Senin, 07 Januari 2013

SATPEL Kanker Paru


SATUAN ACARA PENYULUHAN

1.      Topik               : Kanker Paru
2.      Sub Topik         :
a.      Definisi kanker paru
b.      Klasifikasi kanker paru
c.       Penyebab kanker paru
d.      Tanda tanda gejala kanker paru
e.      Terapi kanker paru
f.        Pencegahan kanker paru
3.      Sasaran           : Warga Kelurahan Sindang Palay
4.      Tempat            : Aula Kelurahan Sindang Palay Jl. Garuda No. 1 Cibeureum Kota Sukabumi
5.      Waktu              : 1 x 20 menit
6.      Tujuan
a.      Tujuan Intruksional Umum
Setelah 1 x pertemuan mengikuti penyuluhan masyarakat mampu memahami tentang Penyakit Kanker Paru
b.      Tujuan Intruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit masyarakat mampu:
1)      Menjelaskan definisi kanker paru
2)      Menjelaskan klasifikasi kanker paru
3)      Menjelaskan penyebab kanker paru
4)      Menjelaskan tanda dan gejala kanker paru
5)      Menjelaskan terapi kanker paru
6)      Memaparkan pencegahan kanker paru
7.      Metode           :
a.      Ceramah
b.      Tanya Jawab
8.      Media              :
a.      Leaflat
b.      Flip Chart
9.      Sumber            :
a.      E. Otto, Shirley. 2005. BUKU SAKU KEPERAWATAN ONKOLOGI, alih bahasa: Eny Meiliya. Jakarta: EGC
b.       http://medicastore.com/penyakit/6/Kanker_Paru.html di akses pada tanggal 4 Desember 2011 pukul 15.30
10.  Rencana Kegiatan
No
Tahapan Kegiatan
Waktu
Kegiatan
Penyuluh
Sasaran
1
Perkenalan
3 menit
1.      Membuka acara dengan mengucapkan salam
2.      Memperkenalkan diri
3.      Menyampaikan topik dan tujuan materi penyuluhan kepada sasaran
4.      Kontrak waktu  untuk kesepakatan dengan sasaran
1.      Mendengarkan dan menjawab salam
2.      Memperhatikan
3.      Mendengarkan agar sasaran lebih paham
4.      Menyetujui kontrak yang diajukan

2
Kegiatan Inti
12 menit
1.      Appersepsi kepada sasaran

2.      Memberikan penjelasan tentang definisi, klasifikasi, penyebab, tanda dan genjala, terapi dan pencegahan dari Kanker Paru yang akan di sampaikan
3.      Memberikan kesempatan kepada sasaran untuk bertanya
1.      Menyampaikan pengetahuannya
2.      Menyimak dengan seksama





3.      Menanyakan hal-hal yang tidak mengerti mengenai materi
3
Kegiatan Akhir
5 menit
1.      Menanyakan kembali materi PenKes yang telah disampaikan
2.      Menyimpulkan materi penyuluhan
3.      Menutup acara dengan mengucapkan salam
1.      Menjawab dan menjelaskan pertanyaan
2.      Memperhatikan

3.      Mendengarkan dan menjawab salam
11.  Evaluasi
Prosedur          : Post Test
Bentuk             : Lisan
Jenis                : Sumatif
Butir-butir pertanyaan antra lain:
a.      Jelaskan definisi kanker paru
b.      Jelaskan klasifikasi kanker paru
c.       Jelaskan penyebab kanker paru
d.      Jelaskan tanda dan gejala kanker paru
e.      Jelaskan terapi kanker paru
f.        Sebutkan pencegahan kanker paru




MATERI PENYULUHAN

A.     Definisi Kanker Paru
Kanker paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru, mencakup keganasan yang berasal dari paru sendiri (primer) dan metastasis tumor di paru. Metastasis tumor di paru adalah tumor yang tumbuh sebagai akibat  penyebaran (metastasis) dari tumor primer organ lain.  Definisi khusus untuk  kanker paru primer yakni tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus.
B.      Klasifikasi Kanker Paru
Kanker-kanker paru, juga dikenal sebagai suatu bronchogenic carcinomas ("carcinoma" adalah istilah lain untuk kanker), diklasifikasikan secara luas kedalam dua tipe-tipe: small cell lung cancers (SCLC) dan non-small cell lung cancers (NSCLC). Klasifikasi ini berdasarkan pada penampilan mikroskopik dari sel-sel kanker itu sendiri. Dua tipe kanker-kanker ini tumbuh dan menyebar dalam cara-cara yang berbeda, sehingga suatu perbedaan antara dua tipe ini adalah penting.
1.      SCLC (Small Cell Lung Cancer) meliputi kira-kira 20% dari kanker-kanker paru-paru dan adalah yang paling agresif dan bertumbuh dengan cepat dari semua kanker-kanker paru-paru. SCLC dikaitkan sangat kuat dengan merokok, dengan hanya 1% dari tumor-tumor ini yang terjadi pada bukan perokok. SCLC menyebar secara cepat ke banyak tempat-tempat didalam tubuh dan paling sering ditemukan setelah mereka telah menyebar secara ekstensif. Merujuk pada suatu tipe sel khusus seringkali terlihat pada SCLC, kanker-kanker ini kadangkala disebut oat cell carcinomas.
2.      NSCLC (Non-Small Cell Lung Cancer) adalah kanker-kanker paru yan paling umum, mencakup sekitar 80% dari semua kanker-kanker paru-paru. NSCLC mempunyai tiga tipe utama yang dinamakan berdasarkan tipe sel-sel yang yang ditemukan dalam tumor:
a.      Adenocarcinomas adalah tipe NSCLC yang paling umum terlihat di Amerika dan meliputi sampai 50% dari NSCLC . Dimana adenocarcinomas dikaitkan dengan merokok seperti kanker-kanker paru lainnya, tipe ini terutama diamati juga pada bukan perokok yang mengembangkan kanker paru. Kebanyakan adenocarcinomas timbul pada area-area bagian luar atau sekeliling dari paru-paru. Bronchioloalveolar carcinoma adalah suatu subtipe dari adenocarcinoma yang seringkali berkembang pada berbagai tempat-tempat di paru-paru dan menyebar sepanjang dinding-dinding alveo yang telah ada sebelumnya.
b.      Squamous cell carcinomas tadinya adalah lebih umum daripada adenocarcinomas; saat ini, mereka mencakup kira-kira 30% dari NSCLC. Juga dikenal sebagai epidermoid carcinomas, squamous cell cancers timbul paling sering di ara pusat dada di bronchi.
c.       Large cell carcinomas, kadangkala dirujuk sebagai karsinoma-karsinoma yang tidak dapat dibedakan (undifferentiated carcinomas), adalah tipe NSCLC yang paling tidak umum.
d.      Mixtures (Campuran) dari tipe-tipe NSCLC yang berbeda juga ditemukan.
Tipe-tipe kanker lain dapat timbul pada paru-paru; tipe-tipe ini jauh lebih tidak umum daripada NSCLC dan SCLC dan bersama mencakup hanya 5%-10% dari kanker-kanker paru-paru:
a.      Bronchial carcinoids mencakup sampai 5% dari kanker-kanker paru-paru. Tumor-tumor ini umumnya kecil (3-4 cm atau kurang) ketika didiagnosis dan paling umum terjadi pada orang-orang dibawah umur 40 tahun. Tidak berkaitan dengan merokok, carcinoid tumors dapat menyebar, dan suatu porsi kecil tumor-tumor ini mengeluarkan unsur-unsur yang menyerupai hormon. Carcinoids biasanya tumbuh dan menyebar lebih perlahan daripada bronchogenic cancers, dan banyak yang terdeteksi cukup awal untuk setuju pada operasi resection.
b.      Kanker-kanker dari jaringan-jaringan pendukung paru seperti otot-otot halus, pembuluh-pembuluh darah, atau sel-sel yang terlibat dalam respon imun jarang dapat terjadi pada paru-paru.
Kanker yang menyebar (metastastatic cancers) dari tumor-tumor primer lain didalam tubuh seringkali ditemukan didalam paru-paru. Tumor-tumor dari mana saja didalam tubuh mungkin menyebar ke paru-paru melalui salah satu dari aliran darah atau sistim limfatik, atau langsung dari organ-organ yang berdekatan. Tumor-tumor yang menyebar (metastatic tumors) kebanyakan banyak, tersebar keseluruh paru, dan terkonsentrasi pada area-area sekeliling daripada di pusat organ.
C.      Penyebab Kanker Paru
Beberpa faktor penyebab kanker paru antara lain:
1.      Merokok
Pengamat mencatat bahwa rata-rata mortalitas kanker paru adalah pada orang-orang merokok dua bungkus perhari selama sepuluh tahun adalah 15 sampai 25 kali lebih banyak dibandingkan dengan non perokok. Diperkirakan bahwa 85% kematian akibat kanker paru berhubungan dengan kebiasaan merokok. Periode laten antara permulaan merokok dan terjadinya kanker paru adalah 15 sampai 25 tahun.
2.      Ras dan Sosioekonomi
Mortalitas kanker paru lebih tinggi pada orang yang bukan kulit putih dibandingkan dengan kulit putih yang mungkin berhubungan dengan peningkatan kebiasaan merokok dan menggunakan rokok tanpa filter oleh orang kulit hitam. Beberapa penelitian mengatakan bahwa terdapat peningkatan kanker sel skuamosa dan kanker small cell pada pria dengan diet rendah vitamin A.
3.      Letak Geografis
Kelompok geografis kanker paru pada pria dilaporkan sepanjang Teluk Meksiko dan daerah pantai Atlantik tenggara. Mortalitas terendah adalah pada daerah pertanian dan daerah pedesaan.
4.      Industri
Pajanan industry terhadap beberapa agens di bawah ini diperkirakan membuat seseorang mendapat resiko yang besar menderita kanker paru: gas mustard, radon, asbestos, radioisotop, hidrokarbon aromatic polisiklik (saat ini banyak dalam bentuk minyak mentah, batu bara, batu bara, produk pembakaran material organic), nikel, krom, halometer, biji besi, arsen inorganic, debu kayu dan minyak isopropyl.
5.      Riwayat Keluarga dan Riwayat Kesehatan
Resiko kanker paru meningkat pada orang dengan riwayat penyakit paru sebelumnya atau adanya riwayat kanker paru dalam keluarga. Gen spesifik merupakan predisposisi terjadinya kanker paru pada usia yang lebih muda terdeteksi sekitar 47% kasus pada saat pasien berusia sekitar 60 tahun.
D.     Gejala Kanker Paru
Gejala yang paling sering terjadi antara lain:
1.      Perubahan batuk
2.      Bronkhitis atau pneumonia yang resisten terhadap antibiotik yang berulang
3.      Hemoptisis
4.      Nyeri dada (Ches Pain)
5.      Wheezing
6.      Penurunan berat badan
7.      Disfagia
8.      Kelelahan
E.      Terapi Kanker Paru
1.      NSCLC (Non-Small Cell Lung Cancer)
a.      Pembedahan
Pembedahan merupakan terapi pilihan untuk NSCLC stadium I dan II. Pneumonektomi untuk stadium I dan II diperlukan,kecuali jika disertai penyakit kardiopulmonar. Lobektomi dengan diseksi kelenjar limfe regional merupakan terapi yang optimal untuk penyakit untuk stadium awal jika memungkinkan. Komplikasi akibat prosedur ini adalah pneumotoraks, emboli paru, pneumonia, perdarahan, dan infeksi
b.      Radiasi
Dosis optimal untuk radiasi adalah sekitar 60Gy.kontrol terhadap tumor memberikan hasil yang baik dengan penggunaan terapi radiasi dengan lima kali penyinaran per minggu selama enam sampai tujuh minggu tanpa terputus. Efek samping yang berhubungan dengan terapi ini adalah eritema, esophagitis, pneumonitis, pericarditis, mielosupresi dan kelelahan.
c.       Brakiterapi
Teknologi ini memerlukan penempatan kateter secara hati-hati pada daerah terdekat dengan tumor. Kemudian, dengan pengendali terkomputerisasi, iridium HDR (192IR) diberikan melalui kateter tersebut. Dalam beberapa menit, pada saat pemberi terapi bebas dari paparan, radiasi yang sangat besar (5 sampai 10 Gy per terapi) di hantarkan ke jaringan tertentu tanpa menimbulkan cedera atau luka pada jaringan sehat yang berdekatan, terutama yang secara anatomis berbahaya. Sesi terapi dapat diulang setiap satu sampai dua minggu untuk mencapai dosis kumulatif berkisar antara 20 sampai 43,6 gy.
d.      Kemoterapi
Agens yang paling aktif untuk NSCLC antara lain mitomisin-C, vindensin, vinblastine, etoposid, ifosfamid, sisplatin, karboplatin, siklofosfamid, vinkristin, doksorbusin, bleomisin, dan pasilitaksel. Kombinasi kemoterapi saat ini meliputi sisplatin, etoposid, ifosfamid dan krabolplatin.
2.      SCLC (Small Cell Lung Cancer)
a.      Pembedahan
Terapi yang saat ini dianjurkan untuk SCLC berupa nodul tunggal pada paru adalah pembedahan, yang diikuti oleh kemoterapi tambahan dan iradiasi kranial sebagai profilaksis dengan atau tanpa radiasi toraks.
b.      Radiasi
Pada penyakit yang terbatas, percobaan radiasi toraks dan kemoterapi telah menunjukan kemajuan dalam harapan hidup jangka panjang dan pengurangan rekurensi lokal.
c.       Kemoterapi
Agens tunggal meliputi sikofosfamid, doksorubsin, vinkristin, metotreksat, mustard nitrogen, heksametilmelamin dan lomustin. Regimen kemoterapi yang digunakan secara kombinasi adalah lomustin, metotreksat, siklofosfamid, doksorubisin, vinkristin, sesplatin, karboplatin dan etoposid
F.       Pencegahan Kanker Paru
1.      Tidak merokok. Jika Anda belum pernah merokok, jangan mulai. Bicaralah dengan anak-anak Anda untuk tidak merokok sehingga mereka bisa memahami bagaimana untuk menghindari faktor risiko utama kanker paru-paru. Banyak perokok mulai merokok di usia remaja. Memulai percakapan tentang bahaya merokok dengan anak-anak Anda lebih awal sehingga mereka tahu bagaimana harus bereaksi terhadap tekanan teman sebaya.
2.      Berhenti merokok. Berhenti merokok sekarang. Berhenti merokok mengurangi risiko kanker paru-paru, bahkan jika anda telah merokok selama bertahun-tahun. Konsultasi dengan dokter Anda tentang strategi dan bantuan berhenti merokok yang dapat membantu Anda berhenti. Pilihan meliputi produk pengganti nikotin, obat-obatan dan kelompok-kelompok pendukung.
3.      Hindari asap rokok. Jika Anda tinggal atau bekerja dengan perokok, dorong dia untuk berhenti. Paling tidak, minta dia untuk merokok di luar. Hindari daerah di mana orang merokok, seperti bar dan restoran, dan memilih area bebas asap.
4.      Tes radon rumah Anda. Periksa kadar radon di rumah Anda, terutama jika Anda tinggal di daerah di mana radon diketahui menjadi masalah. Kadar radon yang tinggi dapat diperbaiki untuk membuat rumah Anda lebih aman. Untuk informasi mengenai tes radon, hubungi departemen kesehatan.
5.      Hindari karsinogen di tempat kerja. Tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari paparan bahan kimia beracun di tempat kerja. Perusahaan Anda harus memberitahu Anda jika Anda terkena bahan kimia berbahaya di tempat kerja Anda. Ikuti tindakan pencegahan atasan Anda. Misalnya, jika Anda diberi masker untuk perlindungan, selalu memakainya. Tanyakan kepada dokter apa lagi yang bisa Anda lakukan untuk melindungi diri di tempat kerja. Resiko kerusakan paru-paru dari karsinogen ini meningkat jika Anda merokok.
6.      Makan makanan yang mengandung buah-buahan dan sayuran. Pilih diet sehat dengan berbagai buah-buahan dan sayuran. Makanan sumber vitamin dan nutrisi yang terbaik. Hindari mengambil dosis besar vitamin dalam bentuk pil, karena mungkin akan berbahaya. Sebagai contoh, para peneliti berharap untuk mengurangi risiko kanker paru-paru pada perokok berat memberi mereka suplemen beta karoten. Hasilnya menunjukkan suplemen benar-benar meningkatkan risiko kanker pada perokok.
7.      Olah raga. Capai minimal 30 menit olah raga pada setiap hari dalam seminggu. Periksa dengan dokter Anda terlebih dahulu jika Anda belum berolahraga secara teratur. Mulailah perlahan-lahan dan terus menambahkan lebih aktivitas. Bersepeda, berenang dan berjalan adalah pilihan yang baik. Tambahkan latihan sepanjang hari Anda - melalui taman waktu pergi kerja dan berjalan sepanjang jalan atau naik tangga ketimbang lift.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar