SATUAN
ACARA PENYULUHAN
1. Topik : Kanker Paru
2. Sub Topik :
a. Definisi kanker
paru
b. Klasifikasi
kanker paru
c. Penyebab
kanker paru
d. Tanda tanda gejala
kanker paru
e. Terapi kanker
paru
f.
Pencegahan kanker paru
3. Sasaran : Warga Kelurahan Sindang Palay
4. Tempat : Aula Kelurahan Sindang Palay Jl.
Garuda No. 1 Cibeureum Kota Sukabumi
5. Waktu : 1 x 20 menit
6. Tujuan
a. Tujuan
Intruksional Umum
Setelah 1 x
pertemuan mengikuti penyuluhan masyarakat mampu memahami tentang Penyakit
Kanker Paru
b. Tujuan
Intruksional Khusus
Setelah dilakukan
penyuluhan selama 20 menit masyarakat mampu:
1) Menjelaskan
definisi kanker paru
2) Menjelaskan
klasifikasi kanker paru
3) Menjelaskan penyebab
kanker paru
4) Menjelaskan tanda
dan gejala kanker paru
5) Menjelaskan terapi
kanker paru
6) Memaparkan pencegahan
kanker paru
7. Metode :
a. Ceramah
b. Tanya Jawab
8. Media :
a. Leaflat
b. Flip Chart
9. Sumber :
a. E. Otto,
Shirley. 2005. BUKU SAKU KEPERAWATAN
ONKOLOGI, alih bahasa: Eny Meiliya. Jakarta: EGC
b. http://medicastore.com/penyakit/6/Kanker_Paru.html di akses
pada tanggal 4 Desember 2011 pukul 15.30
10. Rencana
Kegiatan
|
No
|
Tahapan
Kegiatan
|
Waktu
|
Kegiatan
|
|
|
Penyuluh
|
Sasaran
|
|||
|
1
|
Perkenalan
|
3 menit
|
1.
Membuka acara dengan mengucapkan salam
2.
Memperkenalkan diri
3.
Menyampaikan topik dan tujuan materi penyuluhan
kepada sasaran
4.
Kontrak waktu untuk kesepakatan dengan sasaran
|
1.
Mendengarkan dan menjawab salam
2.
Memperhatikan
3.
Mendengarkan agar sasaran lebih paham
4.
Menyetujui kontrak yang diajukan
|
|
2
|
Kegiatan Inti
|
12 menit
|
1.
Appersepsi kepada sasaran
2.
Memberikan penjelasan tentang definisi,
klasifikasi, penyebab, tanda dan genjala, terapi dan pencegahan dari Kanker
Paru yang akan di sampaikan
3.
Memberikan kesempatan kepada sasaran untuk
bertanya
|
1.
Menyampaikan pengetahuannya
2.
Menyimak dengan seksama
3.
Menanyakan hal-hal yang tidak mengerti mengenai
materi
|
|
3
|
Kegiatan Akhir
|
5 menit
|
1.
Menanyakan kembali materi PenKes yang telah
disampaikan
2.
Menyimpulkan materi penyuluhan
3.
Menutup acara dengan mengucapkan salam
|
1.
Menjawab dan menjelaskan pertanyaan
2.
Memperhatikan
3.
Mendengarkan dan menjawab salam
|
11. Evaluasi
Prosedur : Post Test
Bentuk : Lisan
Jenis : Sumatif
Butir-butir pertanyaan
antra lain:
a. Jelaskan
definisi kanker paru
b. Jelaskan
klasifikasi kanker paru
c. Jelaskan
penyebab kanker paru
d. Jelaskan
tanda dan gejala kanker paru
e. Jelaskan
terapi kanker paru
f.
Sebutkan pencegahan kanker paru
MATERI PENYULUHAN
A.
Definisi Kanker
Paru
Kanker paru dalam arti luas adalah semua penyakit
keganasan di paru, mencakup keganasan yang berasal dari paru sendiri (primer)
dan metastasis tumor di paru. Metastasis tumor di paru adalah tumor yang tumbuh
sebagai akibat penyebaran (metastasis)
dari tumor primer organ lain. Definisi khusus
untuk kanker paru primer yakni tumor
ganas yang berasal dari epitel bronkus.
B.
Klasifikasi Kanker
Paru
Kanker-kanker
paru, juga dikenal sebagai suatu bronchogenic carcinomas ("carcinoma"
adalah istilah lain untuk kanker), diklasifikasikan secara luas kedalam dua
tipe-tipe: small cell lung cancers (SCLC) dan non-small cell lung cancers
(NSCLC). Klasifikasi ini berdasarkan pada penampilan mikroskopik dari sel-sel
kanker itu sendiri. Dua tipe kanker-kanker ini tumbuh dan menyebar dalam
cara-cara yang berbeda, sehingga suatu perbedaan antara dua tipe ini adalah
penting.
1.
SCLC (Small Cell Lung Cancer) meliputi kira-kira 20%
dari kanker-kanker paru-paru dan adalah yang paling agresif dan bertumbuh
dengan cepat dari semua kanker-kanker paru-paru. SCLC dikaitkan sangat kuat
dengan merokok, dengan hanya 1% dari tumor-tumor ini yang terjadi pada bukan
perokok. SCLC menyebar secara cepat ke banyak tempat-tempat didalam tubuh dan
paling sering ditemukan setelah mereka telah menyebar secara ekstensif. Merujuk
pada suatu tipe sel khusus seringkali terlihat pada SCLC, kanker-kanker ini kadangkala
disebut oat cell carcinomas.
2.
NSCLC (Non-Small Cell Lung Cancer) adalah
kanker-kanker paru yan paling umum, mencakup sekitar 80% dari semua
kanker-kanker paru-paru. NSCLC mempunyai tiga tipe utama yang dinamakan
berdasarkan tipe sel-sel yang yang ditemukan dalam tumor:
a.
Adenocarcinomas adalah tipe NSCLC yang paling umum
terlihat di Amerika dan meliputi sampai 50% dari NSCLC . Dimana adenocarcinomas
dikaitkan dengan merokok seperti kanker-kanker paru lainnya, tipe ini terutama
diamati juga pada bukan perokok yang mengembangkan kanker paru. Kebanyakan
adenocarcinomas timbul pada area-area bagian luar atau sekeliling dari
paru-paru. Bronchioloalveolar carcinoma adalah suatu subtipe dari
adenocarcinoma yang seringkali berkembang pada berbagai tempat-tempat di
paru-paru dan menyebar sepanjang dinding-dinding alveo yang telah ada
sebelumnya.
b.
Squamous cell carcinomas tadinya adalah lebih umum
daripada adenocarcinomas; saat ini, mereka mencakup kira-kira 30% dari NSCLC.
Juga dikenal sebagai epidermoid carcinomas, squamous cell cancers timbul paling
sering di ara pusat dada di bronchi.
c.
Large cell carcinomas, kadangkala dirujuk sebagai
karsinoma-karsinoma yang tidak dapat dibedakan (undifferentiated carcinomas),
adalah tipe NSCLC yang paling tidak umum.
d.
Mixtures (Campuran) dari tipe-tipe NSCLC yang berbeda
juga ditemukan.
Tipe-tipe
kanker lain dapat timbul pada paru-paru; tipe-tipe ini jauh lebih tidak umum
daripada NSCLC dan SCLC dan bersama mencakup hanya 5%-10% dari kanker-kanker
paru-paru:
a.
Bronchial carcinoids mencakup sampai 5% dari
kanker-kanker paru-paru. Tumor-tumor ini umumnya kecil (3-4 cm atau kurang)
ketika didiagnosis dan paling umum terjadi pada orang-orang dibawah umur 40
tahun. Tidak berkaitan dengan merokok, carcinoid tumors dapat menyebar, dan
suatu porsi kecil tumor-tumor ini mengeluarkan unsur-unsur yang menyerupai
hormon. Carcinoids biasanya tumbuh dan menyebar lebih perlahan daripada
bronchogenic cancers, dan banyak yang terdeteksi cukup awal untuk setuju pada
operasi resection.
b.
Kanker-kanker dari jaringan-jaringan pendukung paru
seperti otot-otot halus, pembuluh-pembuluh darah, atau sel-sel yang terlibat
dalam respon imun jarang dapat terjadi pada paru-paru.
Kanker
yang menyebar (metastastatic cancers) dari tumor-tumor primer lain didalam
tubuh seringkali ditemukan didalam paru-paru. Tumor-tumor dari mana saja
didalam tubuh mungkin menyebar ke paru-paru melalui salah satu dari aliran
darah atau sistim limfatik, atau langsung dari organ-organ yang berdekatan.
Tumor-tumor yang menyebar (metastatic tumors) kebanyakan banyak, tersebar
keseluruh paru, dan terkonsentrasi pada area-area sekeliling daripada di pusat
organ.
C.
Penyebab Kanker
Paru
Beberpa
faktor penyebab kanker paru antara lain:
1.
Merokok
Pengamat
mencatat bahwa rata-rata mortalitas kanker paru adalah pada orang-orang merokok
dua bungkus perhari selama sepuluh tahun adalah 15 sampai 25 kali lebih banyak
dibandingkan dengan non perokok. Diperkirakan bahwa 85% kematian akibat kanker
paru berhubungan dengan kebiasaan merokok. Periode laten antara permulaan
merokok dan terjadinya kanker paru adalah 15 sampai 25 tahun.
2.
Ras dan Sosioekonomi
Mortalitas
kanker paru lebih tinggi pada orang yang bukan kulit putih dibandingkan dengan
kulit putih yang mungkin berhubungan dengan peningkatan kebiasaan merokok dan
menggunakan rokok tanpa filter oleh orang kulit hitam. Beberapa penelitian
mengatakan bahwa terdapat peningkatan kanker sel skuamosa dan kanker small cell pada pria dengan diet rendah
vitamin A.
3.
Letak Geografis
Kelompok
geografis kanker paru pada pria dilaporkan sepanjang Teluk Meksiko dan daerah
pantai Atlantik tenggara. Mortalitas terendah adalah pada daerah pertanian dan
daerah pedesaan.
4.
Industri
Pajanan
industry terhadap beberapa agens di bawah ini diperkirakan membuat seseorang
mendapat resiko yang besar menderita kanker paru: gas mustard, radon, asbestos,
radioisotop, hidrokarbon aromatic polisiklik (saat ini banyak dalam bentuk
minyak mentah, batu bara, batu bara, produk pembakaran material organic),
nikel, krom, halometer, biji besi, arsen inorganic, debu kayu dan minyak
isopropyl.
5.
Riwayat Keluarga dan Riwayat Kesehatan
Resiko
kanker paru meningkat pada orang dengan riwayat penyakit paru sebelumnya atau
adanya riwayat kanker paru dalam keluarga. Gen spesifik merupakan predisposisi
terjadinya kanker paru pada usia yang lebih muda terdeteksi sekitar 47% kasus
pada saat pasien berusia sekitar 60 tahun.
D.
Gejala Kanker
Paru
Gejala yang
paling sering terjadi antara lain:
1. Perubahan
batuk
2. Bronkhitis
atau pneumonia yang resisten terhadap antibiotik yang berulang
3. Hemoptisis
4. Nyeri dada
(Ches Pain)
5. Wheezing
6. Penurunan
berat badan
7. Disfagia
8. Kelelahan
E.
Terapi Kanker
Paru
1. NSCLC
(Non-Small Cell Lung Cancer)
a.
Pembedahan
Pembedahan
merupakan terapi pilihan untuk NSCLC stadium I dan II. Pneumonektomi untuk
stadium I dan II diperlukan,kecuali jika disertai penyakit kardiopulmonar.
Lobektomi dengan diseksi kelenjar limfe regional merupakan terapi yang optimal
untuk penyakit untuk stadium awal jika memungkinkan. Komplikasi akibat prosedur
ini adalah pneumotoraks, emboli paru, pneumonia, perdarahan, dan infeksi
b.
Radiasi
Dosis optimal untuk radiasi adalah sekitar
60Gy.kontrol terhadap tumor memberikan hasil yang baik dengan penggunaan terapi
radiasi dengan lima kali penyinaran per minggu selama enam sampai tujuh minggu
tanpa terputus. Efek samping yang berhubungan dengan terapi ini adalah eritema,
esophagitis, pneumonitis, pericarditis, mielosupresi dan kelelahan.
c. Brakiterapi
Teknologi
ini memerlukan penempatan kateter secara hati-hati pada daerah terdekat dengan
tumor. Kemudian, dengan pengendali terkomputerisasi, iridium HDR (192IR)
diberikan melalui kateter tersebut. Dalam beberapa menit, pada saat pemberi
terapi bebas dari paparan, radiasi yang sangat besar (5 sampai 10 Gy per
terapi) di hantarkan ke jaringan tertentu tanpa menimbulkan cedera atau luka
pada jaringan sehat yang berdekatan, terutama yang secara anatomis berbahaya.
Sesi terapi dapat diulang setiap satu sampai dua minggu untuk mencapai dosis
kumulatif berkisar antara 20 sampai 43,6 gy.
d.
Kemoterapi
Agens
yang paling aktif untuk NSCLC antara lain mitomisin-C, vindensin, vinblastine,
etoposid, ifosfamid, sisplatin, karboplatin, siklofosfamid, vinkristin, doksorbusin,
bleomisin, dan pasilitaksel. Kombinasi kemoterapi saat ini meliputi sisplatin,
etoposid, ifosfamid dan krabolplatin.
2.
SCLC (Small Cell Lung Cancer)
a.
Pembedahan
Terapi
yang saat ini dianjurkan untuk SCLC berupa nodul tunggal pada paru adalah
pembedahan, yang diikuti oleh kemoterapi tambahan dan iradiasi kranial sebagai
profilaksis dengan atau tanpa radiasi toraks.
b.
Radiasi
Pada
penyakit yang terbatas, percobaan radiasi toraks dan kemoterapi telah
menunjukan kemajuan dalam harapan hidup jangka panjang dan pengurangan
rekurensi lokal.
c.
Kemoterapi
Agens
tunggal meliputi sikofosfamid, doksorubsin, vinkristin, metotreksat, mustard
nitrogen, heksametilmelamin dan lomustin. Regimen kemoterapi yang digunakan
secara kombinasi adalah lomustin, metotreksat, siklofosfamid, doksorubisin,
vinkristin, sesplatin, karboplatin dan etoposid
F.
Pencegahan Kanker
Paru
1.
Tidak merokok. Jika Anda belum pernah merokok, jangan
mulai. Bicaralah dengan anak-anak Anda untuk tidak merokok sehingga mereka bisa
memahami bagaimana untuk menghindari faktor risiko utama kanker paru-paru.
Banyak perokok mulai merokok di usia remaja. Memulai percakapan tentang bahaya
merokok dengan anak-anak Anda lebih awal sehingga mereka tahu bagaimana harus
bereaksi terhadap tekanan teman sebaya.
2.
Berhenti merokok. Berhenti merokok sekarang. Berhenti
merokok mengurangi risiko kanker paru-paru, bahkan jika anda telah merokok
selama bertahun-tahun. Konsultasi dengan dokter Anda tentang strategi dan
bantuan berhenti merokok yang dapat membantu Anda berhenti. Pilihan meliputi
produk pengganti nikotin, obat-obatan dan kelompok-kelompok pendukung.
3.
Hindari asap rokok. Jika Anda tinggal atau bekerja
dengan perokok, dorong dia untuk berhenti. Paling tidak, minta dia untuk
merokok di luar. Hindari daerah di mana orang merokok, seperti bar dan
restoran, dan memilih area bebas asap.
4.
Tes radon rumah Anda. Periksa kadar radon di rumah
Anda, terutama jika Anda tinggal di daerah di mana radon diketahui menjadi
masalah. Kadar radon yang tinggi dapat diperbaiki untuk membuat rumah Anda
lebih aman. Untuk informasi mengenai tes radon, hubungi departemen kesehatan.
5.
Hindari karsinogen di tempat kerja. Tindakan
pencegahan untuk melindungi diri dari paparan bahan kimia beracun di tempat
kerja. Perusahaan Anda harus memberitahu Anda jika Anda terkena bahan kimia
berbahaya di tempat kerja Anda. Ikuti tindakan pencegahan atasan Anda.
Misalnya, jika Anda diberi masker untuk perlindungan, selalu memakainya.
Tanyakan kepada dokter apa lagi yang bisa Anda lakukan untuk melindungi diri di
tempat kerja. Resiko kerusakan paru-paru dari karsinogen ini meningkat jika
Anda merokok.
6.
Makan makanan yang mengandung buah-buahan dan sayuran.
Pilih diet sehat dengan berbagai buah-buahan dan sayuran. Makanan sumber
vitamin dan nutrisi yang terbaik. Hindari mengambil dosis besar vitamin dalam
bentuk pil, karena mungkin akan berbahaya. Sebagai contoh, para peneliti
berharap untuk mengurangi risiko kanker paru-paru pada perokok berat memberi
mereka suplemen beta karoten. Hasilnya menunjukkan suplemen benar-benar
meningkatkan risiko kanker pada perokok.
7.
Olah raga. Capai minimal 30 menit olah raga pada
setiap hari dalam seminggu. Periksa dengan dokter Anda terlebih dahulu jika
Anda belum berolahraga secara teratur. Mulailah perlahan-lahan dan terus
menambahkan lebih aktivitas. Bersepeda, berenang dan berjalan adalah pilihan
yang baik. Tambahkan latihan sepanjang hari Anda - melalui taman waktu pergi
kerja dan berjalan sepanjang jalan atau naik tangga ketimbang lift.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar